Perbaikan performa yang ditunjukkan Real Madrid di paruh kedua musim ini setidaknya dipengaruhi oleh dua hal; produktivitas gol Cristiano Ronaldo dan perubahan taktik yang dilakukan oleh Zinedine Zidane selaku manajer. Memasuki jeda internasional di bulan Maret ini; Real Madrid telah mengejar defisit poin dari rival sekota Atletico Madrid hingga tinggal berselisih 4 poin saja. Meski peluang untuk mengejar perolehan poin Barcelona yang berslisih 15 mungkin terbilang mustahil; namun target mengakhiri musim sebagai runner up La Liga masih sangat mungkin diraih.

Zidane Menemukan Solusi Permasalahan Real Madrid Dengan Perubahan Formasi
Produktivitas Ronaldo Melonjak Di Paruh Kedua Musim

Hasil buruk di paruh pertama musim salah satunya memang dipengaruhi dengan produktivitas gol yang buruk selain pertahanan yang terlalu mudah ditembus lawan. Faktor Ronaldo yang kesulitan mencetak gol berdampak besar bagi perolehan nilai Real Madrid karena tim asuhan Zinedine Zidane tersebut juga kesulitan meraih kemenangan. Catatan 4 gol di ajang La Liga oleh seorang Ronaldo pada bulan Januari merupakan sebuah kejutan; kini dengan catatan 37 gol di 35 pertandingan menunjukkan bahwa produktivitas penyerang Portugal tersebut telah meningkat sangat pesat dan hampir menyamai rata – rata rekor di musim 2014/15 saat ia mencetak 61 gol di 54 pertandingan.

Tambahan 21 gol di 11 pertandingan terakhir membuka harapan baru bagi Real Madrid untuk mengambil alih posisi Atletico Madrid di akhir musim nanti. Sisa 14 pertandingan yang masih bisa dijalani Ronaldo juga membuka peluang bagi pemain tersebut mengejar catatan gol di musim – musim sebelumnya. Di saat mengalami kesulitan mencetak gol Ronaldo masih mampu memecahkan rekor sebagai pemain yang mencetak 9 gol di 6 pertandingan babak penyisihan grup di Liga Champions Eropa. Salah satu alasan mengapa produktivitas Ronaldo dapat kembali meningkat berasal dari dukungan rekan – rekan satu timnya. Kini terlihat jelas bagaimana Marco Asensio, Lucas Vazquez, Toni Kroos, Luka Modric, Casemiro hingga Dani Carvajal banyak memanjakan Ronaldo dengan umpan akurat dan peluang mencetak gol. Perubahan strategi dan formasi yang dilakukan Zinedine Zidane merupakan hal lain yang memberi efek positif bagi produktivitas gol Ronaldo dan juga peluang Real Madrid untuk mengakhiri musim di peringkat yang lebih baik dari Atletico Madrid.

Zinedine Zidane Melakukan Modifikasi Formasi Dengan Efek Luar Biasa

Sukses Zidane di musim pertamanya sebagai manajer Real Madrid banyak dinilai sebagai kebetulan. Bahkan beberapa pihak memberikan komentar negatif dengan menyebut Zinedine Zidane sebagai manajer yang hanya bisa bertepuk tangan di pinggir lapangan. Tekanan dan cibiran yang mengarah pada Zidane baru berkurang di paruh kedua musim ini dan mungkin akan berhenti usai Real Madrid menang 6 – 3 atas Girona sebelum kompetisi memasuki jeda pertandingan internasional.

Zidane dengan cerdik kembali memainkan formasi 4 – 4 – 2 dan dengan berani mengesampingkan trio BBC di lini depan. Efek yang dihasilkan dari perubahan tersebut sangatlah besar; Real Madrid menjadi tim dengan perolehan poin terbaik kedua di La Liga setelah Barcelona sejak libur musim dingin dengan tambahan 29 poin. Trio BBC tidak lagi menjadi tumpuan Zinedine Zidane di skuad Real Madrid; perubahan formasi dengan 4 pemain tengah telah menempatkan duet Lucas Vazquez dan Marco Asensio yang bermain di posisi sayap sebagai mesin serangan. Sedangkan duet Benzema dan Ronaldo di lini depan juga

berbagi peran berbeda; Benzema menjadi target man yang menerima dan menahan bola sedangkan Ronaldo sebagai pencetak gol. Perubahan strategi tersebut diakui oleh QuiQue Setien usai Real Betis mengalami kekalahan; ia mengatakan bahwa Real Madrid yang memainkan trio BBC bisa lebih mudah dikalahkan karena minimnya kemampuan bertahan di lini tengah. Situasi menjadi berbeda mengingat Vazquez dan Asensio merupakan pekerja keras yang mau bertahan dan menyerang. Sebuah keuntungan yang membuat Marcelo dan Dani Carvajal memperoleh bantuan saat bertahan sekaligus menjadi lebih berani untuk naik menyerang

Zidane Menemukan Solusi Permasalahan Real Madrid Dengan Perubahan Formasi